Kebahagiaan (SEMU)
Setiap
insan manusia selalu ingin merasakan kebahagiaan. ‘Bahagia’, suatu kata yang
mewakili gambaran perasaan yang dirasakan manusia dengan arti yang begitu
dalam. Bahagia adalah suatu keadaan dimana manusia merasakan ketenangan hati
dan jiwa yang dapat membuat pikiran menjadi tenang, tersenyum, dan bersemangat
dalam melaksanakan suatu hal. Namun apakah kebahagian itu dapat bersifat ‘ABSOLUT’
? Namun nyatanya tidak demikian seperti hal yang ku rasa.
Kebahagian
(SEMU), suatu kondisi yang kurasa di
fase kehidupan ini. Bukannya senang gembira yang membuat hidupku menjadi
tenang, jiwa dan hati yang tenang, namun hanya suatu kebahagiaan yang bohong
belaka yang ku rasa saat ini. “SEMU”, semua bersifat menipu, tidak tetap, dan
kalau bisa dibilang hanyalah numpang lewat saja. Menjadi seorang mahasiswa yang
berhasil lulus tepat waktu membuatku merasakan perasaan itu. Ya, hati, jiwa,
dan pikiranku tidak setenang seperti arti ‘Kebahagiaan’ sesungguhnya.
Ketakutan,
rasa ini selalu menghantui jiwa ini. Takut akan tanggungjawab yang semakin
besar ketika diri ini mendapatkan gelar pendidikan sebagai seorang “Sarjana”. Rasa
yang selalu menghantui dan membayang-bayangi selalu membuat pikiran dan jiwa
menjadi semakin berat untuk meyakinkan diri ini bahwa saya bisa menanggung
tanggungjawab ini, tanggungJawab “Dunia dan Akhirat”.
Suatu
gelar yang membuat jalan hidupku menjadi semakin berat dan penuh rintangan,
seakan-akan aku tak mau mendapatkannya. Bukan aku pribadi yang tidak bersyukur
dan tidak percaya diri. Tapi apakah aku dapat memberikan dampak yang bermanfaat
untuk masyarakat, khususnya keluargaku sendiri ?. aku sangat takut menjadi
insan yang gagal. Gagal dalam arti tidak terus tumbuh dan berkembang. Tumbuh dan
berkembang yang tidak memberikan arti kehidupan yang sebenarnya. Percuma menjadi
seorang ‘Sarjana’ jika tidak dapat memberikan suatu perubahan kepada diri
sendiri secara khusus, selain itu untuk masyarakat dan keluarga. Sungguh hati
ini sangat ingin memberikan suatu perubahan kepada kehidupan diri sendiri,
keluarga, dan masyarakat pada umumnya. Ketenangan hati dan jiwa yang ingin ku
rasakan. Untuk mendapatkan suatu Kebahagiaan yang “Tetap”.
Komentar
Posting Komentar